Saat itu perang dunia Kedua tengah berkecamuk di Eropa,
Asia, dan Afrika. Berawal dari penyerbuan Nazi Jerman ke Polandia, yang
menyebabkan Eropa menjadi medan peperangan besar yang membelah kekuatan dunia
menjadi dua poros, Sekutu (Inggris, Perancis, Amerika, Rusia, dkk) dan Axis
(Jerman, Itali, Jepang). Saat itu Jerman masih dalam posisi di atas angin,
setelah serangkaian serangan menyebabkan sejumlah negara eropa takluk, termasuk
Perancis.
November 1942,.
Serombongan perempuan muda dalam kegelapan malam menerobos ke dalam pertahanan
superketat di Markas Besar Adolf Hitler yang disebut WolfLair (sarang
serigala) di Rastenburg, Prusia Timur. Mereka menjalani tes untuk untuk menjadi
sekretaris Sang Fuhrer ( julukan/ gelar Hitler ), salah satunya Traudl Junge,
gadis dari Munich. Pada akhirnya dia yang terpilih untuk menjadi salah satu
sekretaris sang diktator besar, menulis dan mencatat semua statement ,
pernyataan, dan testamen Hitler, termasuk merekam keseharian dan dinamika
politik yang melingkupi Hitler beserta
orang-orang disekitarnya dalam memorinya.
Berlin, 20 April 1945,
2,5 tahun kemudian bertepatan ulang tahun ke 56 Hitler.
Situasi sudah berubah, nasib Jerman berada di ujung tanduk
setelah serangkaian kekalahan demi kekalahan dialaminya, termasuk sekutunya:
Jepang dan Italia. Kehancuran Jerman di Stalingrad ( Battle of Stalingrad )
menjadi titik balik keruntuhan dan kejatuhan ( Der Untergang ) rejim Hitler. Rusia sudah hampir memasuki Berlin
dari front Timur, sementara negara Eropa barat dan Amerika menyerbu dari front
Barat. Tinggal menunggu waktu saja Berlin jatuh.
Moral serdadu Jerman runtuh, termasuk para Jenderalnya.
Bahkan orang –orang di lingkaran dalam Hitler sudah mulai putus asa, dan
mewacanakan untuk membuat kesepakatan damai dengan Sekutu, meskipun masih ada
yang kukuh dan setia dengan ideologi Hitler sampai titik darah terakhir, salah satunya
Menteri propaganda nazi, Joseph Goebbels dan isterinya, Magda. Hitler tetap
bersikeras untuk tidak menyerah, dan memerintahkan para Jenderalnya untuk tetap
melanjutkan perlawanan yang sia-sia.
Di dalam bunkernya, Hitler hanya bisa mendengar rentetan
tembakan dan dentuman bom dari pihak Rusia yang menghujani langit Berlin. Wajah-wajah
putus asa dan ketakutan terlihat dari para pembantu Hitler yang ikut bersembunyi
dalam bunker. Persediaan amunisi, makanan, bahan bakar makin menipis, tidak ada
gunanya untuk melanjutkan pertempuran lagi. Bujukan agar Hitler meninggalkan
Berlin agar Jerman tidak segera jatuh ke tangan Rusia secara tragis diabaikan
oleh sang Fuhrer. Tampaknya mimpi kebesaran Jerman raya menumpulkan akal sehat
dan nalar Hitler.
Sang sekretaris, Traudl Junge menjadi saksi hari-hari
terakhir Adolf Hitler dalam menanti saat keruntuhannya di dalam bunker,
kemarahan Hitler terhadap para Jenderalnya yang tidak mentaati perintahnya, sikap
keras kepalanya untuk tetap membiarkan rakyat Berlin semakin menderita oleh
rangkaian serangan bom dari pihak Rusia, serta pernikahan yang dilakukan Hitler
bersama Eva Braun, tepat sehari sebelum Hitler memutuskan untuk bunuh diri
daripada menyerah setelah Berlin jatuh. Drama tragis ini yang kemudian
dituangkan dalam buku “ Until The Final Hour”, yang ditulis bersama Melissa
Muller. Buku ini menjadi salah satu inspirasi pembuatan film Downfall, film
Jerman dan Austria yang merekonstruksi sepuluh hari terakhir Hitler menjelang
kejatuhannya. Film Downfall yang dirilis tahun 2004 menjadi film tentang Hitler
yang paling fenomenal. Deskripsi tentang Hitler dianggap sebagai yang paling
akurat dibandingkan semua film yang menampilkan sosok Adolf Hitler, bahkan
adegan kemarahan Hitler di hadapan pembantunya menjadi inspirasi parodi yang
paling banyak dibuat dan muncul di Youtube.
Traudl Junge juga menjadi saksi parade keputusasaan dari
para pamuja “tuhan” Hitler. Kejatuhan Hitler dianggap sebagai kehancuran
segala-galanya, seolah hidup menjadi tidak berarti lagi. Salah satunya adalah Magda
Goebbels, wanita yang sangat fanatik terhadap ideologi Sosialisme Nasional
Hitler. Bersama suaminya akhirnya memutuskan untuk ikut bunuh diri bersama
Hitler setelah sebelumnya meracun kelima anaknya dengan kapsul sianida. Tragis.
Bagi anda yang pernah menyaksikan film Downfall, setengah
jam terakhir menjadi panggung hitam kesia-siaan hidup. Hitler telah demikian
luar biasa menyihir para pengikutnya untuk meyakininya sebagai segala-galanya, hidup
menjadi absurd bagaikan mata yang tertipu fatamorgana oase di padang pasir
tandus. Keputusan Hitler untuk mengakhiri hidup secara tragis diikuti oleh
sebagian pengikutnya yang terjebak keputusasaan akut. Sebagian lain memutuskan
untuk tetap melanjutkan hidup, melarikan diri dari bunker setelah Rusia dengan
jumawa memasuki kota Berlin tanpa perlawanan berarti.
Beruntung Traudl junge memilih untuk tetap bertahan hidup,
meskipun tetap menjalani kehidupan yang tidak mudah pasca berakhirnya perang Dunia
Kedua. Kesaksiannya dalam “Until the Final Hour” membuat dunia tahu apa
sesungguhnya yang terjadi dalam kehidupan keseharian Hitler, terutama hari-hari
terakhirnya (meskipun fakta kematiannya masih menjadi kontroversi bagi sebagian
kalangan yang tidak mempercayai narasi resmi kematian Hitler dengan cara bunuh
diri ).
Semoga ini menjadi pelajaran bersama, betapa tragis dan
sia-sianya kehidupan yang dijalani bersama “dajjal” yang membiuskan racun
seolah madu. Betapa kuat dan perkasanya dia, sesungguhnya ada Sang Maha Perkasa
yang serba segala-galanya. Naik dan runtuhnya para dajjal menjadi sunatullah
yang selalu dilupakan oleh para pembuta nurani, ibarat pesta yang pasti akan
berakhir. Tidakkah kita berharap keabadian yang sesungguhnya?
![]() |
| bunker Hitler setelah jatuh ke tangan Rusia |
Tulisan selesai sampai di sini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar