Rabu, 26 Maret 2014

Menjelang pagi

Menjelang pagi, ketika para malaikat memenuhi langit di sepertiga malam terakhir, saatnya untuk tunduk sejenak, melepaskan diri dari dunia yang slalu memperbudak  mata, hati, dan nurani kita. Semakin lama semakin kita buta akan kefanaan dunia, obsesi keabadian pada mimpi-mimpi yang pasti akan berakhir.
Sadarkah kita bahwa dunia ini tak lebih dari mimpi sunyi, dan  dengan bodohnya kita meyakininya sebagai realitas yang sebenarnya, ibarat Neo yang tidak menyadari dirinya terbelenggu dalam realitas mesin yang memperbudaknya, sebelum dibangunkan oleh Morphous ( ingat trilogi the matrix ).
Hanya kepada-Nya kita berserah diri, tiada yang lain.
-dini hari, menjelang subuh-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar